Monday, 27 January 2014

Mungkinkah ini..........




Bagaimana mungkin seseorang nampak begitu dekat saat ia jauh?
Bagaimana mungkin ia seperti ada di sampingmu saat ia sebenarnya tak di sana?
Kata apa yang mungkin dapat menggambarkan hal ini?
Tidakkah hal ini abnormal?

Ataukah ini hanya halusinasi saat kamu membangun kekaguman yang besar terhadap seseorang?

Kamu harus bertemu
Kamu harus duduk di sampingnya untuk mengetahui apakah detak jantungmu bekerja lebih cepat dari biasanya
kamu harus memastikan apakah ada hormon-hormon yang bekerja tak lazim saat ia benar-benar ada di sisimu

Perasaan itu tak nampak saat kamu hanya bisa mendekap bayangan semu
Itu tak nyata saat kamu hanya bertemu dia dalam pikiranmu sendiri

Mungkinkah disana ia terusik?
Mungkinkah pesan tentang sesuatu yang tak dapat dimengerti itu dapat sampai pula ke hatinya?
Mempengaruhi hormon-hormon dalam tubuhnya untuk bekerja diluar batas normal?
Mungkinlah jantungnya berdetak seirama dengan detak jantungmu?
Ataukah ia memainkan sebuah melodi yang lain...


Kamu harus bertemu
Kamu harus buktikan
Mungkinkah yang kamu rasakan cinta?
Atau hanya kekaguman pada bayang-bayang yang mempesonamu?

Monday, 6 January 2014

#Chapter1 Kisah Dua Air Mata

#

Air mata duka dan air mata sukacita
Sebuah pernikahan yang seperti salib
Sebuah persekutuan kasih yang bercitarasa sorga, 

        Sepuluh tahun setelah menikah, tangis air mata seperti apakah yang akan kamu alami? Apakah air mata luka yang memedihkan atau air mata hangat yang dibangkitkan oleh sukacita? Faktanya, setiap pernikahan mengalami keduanya. Saya menulis buku ini karena saya ingin anda mengalami tangis air mata sukacita pada ulang tahun pernikahan kesepuluh anda. Saya ingin anda mampu berkata, dengan tulus hati, “setelah keputusan untuk menjadi seorang kristen, menikahi ___________________ adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat.”

       Kalimat-kalimat di atas adalah sepenggal kalimat dari bab pertama buku ini. Penulis sangat ingin agar setiap pembaca pada akhirnya menemukan air mata sukacita pada HUT pernikahannya yang ke-10 karena keputusan terbaik yang pernah dibuatnya 10 tahun lalu dan bukan air mata penyesalan karena menikahi orang yang salah. Karena itu, yang paling penting adalah alasan mengapa kamu menikah jauh lebih utama dari pada dengan siapa kamu menikah. Bukan berarti dengan siapa kamu menikah adalah persoalan yang tidak penting. Ini juga sangat penting namun jika kamu tidak tahu mengapa kamu harus menikah, kamu tidak dapat menentukan orang yang seperti apakah yang mau kamu ajak ke pernikahan. 
Jadi, mengapa kamu mau menikah?

         Pertanyaan ini membuat saya merenung berhari-hari, mengapa saya mau menikah? Dan saya terkejut, saya baru menyadari pentingnya pertanyaan ini. Selama ini saya tidak pernah berpikir tentang mengapa saya menikah. Lahir, sekolah, kuliah, kerja kemudian menikah dan mendidik anak, dan siklus berulang. Semua orang melewati siklus yang sama. Semua orang menikah berarti saya juga menikah. Orang-orang pengen punya keluarga dan keturunan, saya juga. Orang tua mengharpkan cucu, orang tua saya juga. Hanya sebatas ini alasan saya selama ini. Mengapa saya menikah? Ya, karena semua orang melakukan itu. Tetapi ternyata jawabannya tidaklah sesimple itu.  Mengapa saya menikah? Mengapa kamu menikah? 

       Gary Thomas bilang, kalau kamu membuat keputusan investasi keuangan yang buruk, kamu selalu bisa memulai dari awal lagi. Tetapi pernikahan alkitabiah adalah perkara sekali seumur hidup. Sekali kamu menikah, maka setiap sore, setiap akhir minggu, setiap liburan, dan setiap pagi akan ditentukan, entah baik atau buruk, oleh hubungan pernikahan itu. Orang yang kamu nikahi adalah orang terakhir yang akan kamu lihat setiap malam sebelum tidur dan wajahnya adalah wajah pertama yang kamu lihat saat bangun tidur di pagi hari. Banyak pasangan yang menyesali apa yang mereka putuskan di masa muda karena tergesa-gesa lalu mumutuskan bahwa bercerai adalah satu-satunya cara yang akan membebaskan dari kesalahan tersebut. Namun, ini kenyataannya, banyak orang terburu-buru dalam prosesnya atau membuat keputusan karena alasan yang payah dan sekarang bertengkar karena akibat-akibat keputusan payah itu setiap hari dalam hidup mereka. 

Kasih yang Memberi hidup

      Sisi “mengapa” dari sebuah pernikahan adalah hal yang paling penting untuk memantapkan seseorang membuat pilihan bijak mengenai sisi “siapa” yang akan dinikahi. Sebuah rumah harus dibangun di atas dasar Mat 6:33: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” adalah sebuah rumah yang kokoh. Ayat ini mengandung perintah tetapi juga mengandung janji luar biasa bagi hidup penuh kelimpahan dan makna. Ketika suami istri berkomitmen pada Kristus, bertumbuh bersama Tuhan, saling mendukung satu sama lain dalam perjalanan rohani, membesarkan anak-anak  dalam takut akan Tuhan, saling mengasihi satu sama lain karena mengasihi Tuhan maka sukacita akan berlimpah dan mujizat terjadi. Orang-orang egois berubah menjadi sekumpulan pelayan, anak-anak yang egois bertumbuh menjadi pekerja-pekerja kerajaan Allah, orang asing menjadi kawan karib. Memang ada banyak kesalahan, banyak pertobatan, berkali-kali frustrasi, rasa sakit, bahkan keraguan, tapi pada akhirnya hadirat Allah menang, orang-orang diubahkan, pekerjaan kerajaan Allah diselesaikan dan ujian berhasil dilewati. Jika dua orang berdiri bersama di sekeliling misi -- ‘jika mereka membuat pilihan pernikahan berdasarkan pada pribadi terbaik dengan siapa mereka bisa mewujudkan misi ini’ – kemungkinan terbesar, mereka akan mengalami pernikahan yang memenuhkan dan membangun jiwa.

        Sebuah pernikahan yang manis adalah jarak yang paling dekat dari dua orang dengan sorga, sebuah pernikahan yang buruk adalah jarak paling dekat dari dua orang dengan neraka. Tidak ada seorang manusia pun yang sanggup membuat  tetap terpikat hingga lima atau enam decade berikutnya. Kalau mereka benar-benar lucu dan benar-benar menarik, lalu kita bisa saja terpikat selama beberapa tahun, namun orang-orang egois, orang tampan dan cantik egois, orang terkenal yang egois pada akhirnya bosan satu sama lain, hubungan yang dulu pernah memberi rasa aman dan hidup akan terasa seperti penjara dan kematian jika dua orang yang menikah tidak berbagi misi yang sama. Harus ada satu yang mampu mempertahankan hubungan ini tetap terikat satu sama lain. 

  Sebuah pernikahan rohani yang kaya adalah jawaban dari persoalan ini. Ada sebuah hadiah yang menankjubkan dari pernikahan yang rohani: pernikahan yang hidup, semangat, keintiman, memori sepanjang usia bersama pasangan sebagai sobat terdekat, dan sukacita melimpah dalam membangun sebuah keluarga bersama-sama. Persahabatan yang dihasilkan dari mengahadapi semua musim kehidupan bersama-sama, berdoa bersama, merawat anak-anak bersama, melayani Tuhan bersama, bersenang-senang, bercinta, pusing dan patah hati, mengatasi kemunduran dan belajar menangani kekecewaan, serta bertumbuh bersama melalui semuanya itu mampu menciptakan ikatan yang tak bisa ditandingi oleh daya tarik seksual atau kertegila-gilaan romantis awal manapun juga. 

  Sekarang, tanyakanlah pada dirimu sendiri: “sepuluh tahun dari sekarang, air mata macam apa yang ingin saya alami? Air mata sukacita atau air mata kepedihan? Apakah saya ingin berada dalam sebuah pernikahan yang mengangkat saya atau yang menarik saya turun? Sebuah persekutuan yang ditandai kemitraan bersama atau pernikahan dimana kita bersembunyi dan terbiasa saling menyakiti satu sama lain?” 

Selamat bersemediiii para lajang  ^___________^


January 06, 2014

Sunday, 5 January 2014

The Sacred Search


      Sudah lama punya kerinduan untuk mengulas buku ini => The Sacred Search (bagaimana jika pertanyaannya, bukan tentang siapa yang akan anda nikahi tetapi mengapa anda menikah?). Ditulis oleh Gary Thomas yang adalah penulis best seller dari Sacred Marriage. Aku menyukai buku ini, gagasan-gagasan di dalamnya yang realistis dan jujur, blak-blakan kadang-kadang dalam mengungkapkan sesuatu dan yang pasti buku ini sangat direkomendasikan bagi kamu muda yang sedang dan akan berpacaran dan yang sedang mempertimbangkan seseorang untuk dinikahi. Bacalah terlebih dahulu buku ini sebelum kamu menikah. Buku ini tidak lantas membuat hidup pernikahanmu berjalan mulus kelak namun dengan bantuan buku ini kamu dapat mengetahui alasan-alasan mengapa kamu harus menikah, setelah mengetahui alasan-alasannya kamu dapat memilih dengan siapa kamu akan menikah (seseorang dengan karakter bagaimanakah yang hendak kamu nikahi).

       Mungkin bagi beberapa orang, membaca buku terkesan ‘lebay’, sok rohani, atau apalah tanggapan orang lain, mungkin hanya membuang-buang waktu, toh akhirnya pernikahan ada di tangan mereka yang menikah, dan keutuhan pernikahan & rumah tangga dibangun oleh mereka yang menikah. Ia memang benar. Tapi sejauh membaca buku ini, aku tidak menemukan alasan untuk berhenti merekomendasikan buku ini pada teman-teman mudaku. Aku mau mereka juga belajar mengenai pernikahan yang kudus dan bagaimana mempersiapkan pernihakan tersebut melalui buku ini karena aku menemukan begitu banyak alasan dan hal-hal krusial yang harus dipelajari dan dimiliki oleh seorang pribadi yang berencana menikahi seseorang. Membaca buku ini tidak akan membuat kamu merasa ‘lebay’, sok rohani, atau hal yang lainnya, tapi justru akan menambah referensimu dalam melayani Tuhan, memilih pasangan hidup. Aku bahkan berencana jika suatu saat aku menjadi pendeta, buku ini adalah buku wajib bagi pasangan yang akan menikah di gerejaku dan sedang mengikuti kelas katekisasiku. Buku ini juga sangat direkomendasikan bagi mereka yang terlibat dalam pelayanan anak muda, pelayan di gereja dan dosen-dosen di kampus dan siapa saja yang peduli pada para lajang.

        Oke, aku akan menulis dan menuangkan buah pikiran penulisnya, Gary Thomas dalam buku ini. Aku mulai menulis dari bab 1 hingga nanti berakhir di bab 19 dan bonus bab 20. Bagi kamu yang belum sempat membeli buku ini, kamu dapat mengikutinya dari tulisan-tulisan ini. Aku mulai dengan bab 1 tentang ‘kisah dua air mata’.

we can't explain why the people we love stay in our hearts forever. they just do (r. m. drake)

Sudah cukup lama Disibukkan oleh berbagai kegiatan dan tuntutan Laporan, jurnal. buku-buku bacaan, dan tugas akhir semuanya tak mampu ...