Thursday, 20 February 2014

Gila atau tergila-gila?

Waktu kuliah aku gila belajar

tidak di kampus, kos, gereja
aku selalu ingin menjadi yang nomor satu
ingin diakui
aku selalu menyukai saat dimana teman-teman menanyakan ini itu padaku
bagiku itu masa-masa terindah

Waktu pelayanan aku gila pelayanan
tiada hari tanpa pelayanan
pergi pagi pulang malam
Jangan tanya berapa banyak malam minggu yang aku nikmati layaknya akan muda lainnya
'Hampir tak ada'
Malam mingguku adalah pelayanan pelayanan dan pelayanan
Dimana lagi aku habiskan malam mingguku kalau tidak di gereja?
Sisa malam kuhabiskan mempersiapkan bahan khotbah, alat peraga dan aktivitas
Hari minggu bahkan tak istirahat

Saat kerja aku juga gila kerja
Pergi pagi pulang malam
Menjalani dua profesi sekaligus bukan hal yang mudah
Kamu tidak dapat menggilai 2 profesimu sekaligus
Ya, aku menggilai salah satunya dan itu pelayanan

Aku gila pelayanan
Aku jarang mengeluh tentang pelayanan
Keluhan-keluhan yang kulontarkan jika ada pelayanan dadakan 
sebenarnya tidak benar-benar mewakili perasaanku
Aku hanya ingin diperhatikan mungkin bahasa yang lebih halus aku sedang pamer

Apakah aku juga gila jatuh cinta?
Mungkin lebih tepat jika aku tergila-gila pada seseorang
Lalu saat aku menyadari aku akan gila karena menyukainya
aku memilih untuk menggilai kuliah, pelayanan dan kerja
Begitulah, saat aku tergila-gila pada seseorang 
dan orang itu bukan tipe orang dapat kuterima dengan akalku
aku akan mulai gila pelayanan dan kerja

Jadi, apakah aku gila jatuh cinta?
mungkin kamu bisa mengajariku bagaimana menjadi gila karenamu..

Tuesday, 18 February 2014

Jangan bergerak ke arah sana

Berulang-ulang kali aku menahan diri dari meng-klik icon bergambar huruf F dan berwarna putih dan icon burung merpati itu

Mengarahkan mouse ke icon itu berarti membuka pintu bagi rasa galau
Entahlah.. berkeliaran di jejaring sosial itu seperti membiarkan diri terbawa arus pada pesonanya
Tak ada yang benar-benar menarik darinya
Hanya saja, perintah otomatis dari otakku selalu bekerja lebih cepat sebelum aku sempat berpikir
Begitu saja tanganku memegang mouse dan mengetikkan namanya di sana
Setelah puas memandangi fotonya kepo dengan segala aktifitasnya
aku menutup tab itu dengan perasaan jauh lebih galau dari sebelumnya
Ahh.. mungkin memang harus menarik diri
Mungkin memang harus belajar 'berpuasa'
Berpuasa untuk mengajari diri sendiri bagaimana menghargai waktu
Belajar memberi ruang pada diriku untuk berpikir
Setidaknya mengembalikan kewarasan dalam taraf yang normal

Ah... dia membuatku kecanduan 

Lalu, aku memberimu apa?

Terdengar suara seorang cewek kecil memanggilku pagi tadi

Dengan rasa penasaran, aku membuka pintu
Di depanku berdiri seorang gadis kecil yang manis dengan sebingkis kado di tangannya
Sejenak aku berpikir, aku tidak sedang berulang tahun
Aku baru akan berulang tahun minggu depan
Tapi gadis kecil ini memanggil namaku tadi
Ini bukan keegeran, pasti bingkisannya untukku

Mungkin saja pengirimnya sengaja mengirimkan kado sebelum ulang tahunku

Si gadis kecil masih terpaku memandangku, mungkin terpesona
atau kebingungan..
Lalu dia menyodorkan bingkisan itu: "kak, ini untukmu... kakakku mengirimkannya untukmu sebagai ucapan terima kasih karena kemarin sudah menolongnya"

Aku bengong...
kakak yang mana?
Cowok?
Cewek?
"kakak siapa?"
"itulah loh kak, cowok yang kemarin kakak nolongin ketika ditilang polisi"
Otakku bekerja dengan cepat, ditilang, cowok, jalan, kemarin
lalu amnesiaku mendadak hilang: "oh............ yang minggu lalu ditilang dan lupa membawa SIM dan dompet?"
Si gadis kecil mengangguk

ahh si cowok cakep yang sempat membuat tidur malamku terganggu
jadi, gadis kecil dan cantik di hadapanku ini adalah adiknya?
wow...
aku speechless
dan kini di hadapanku adiknya berdiri dengan bingkisan di tangannya
tapi dari mana dia tahu nama dan rumahku?
ah kartu nama, kartu itu benar-benar berguna

Dengan perasaan bercampur aduk aku menerima bingkisan itu
si gadis kecil pun pamit.

Aku mengambil bingkisan itu dan menemukan ada secarik kertas bertuliskan "terima kasih sudah menolongku, waktu itu aku tergesa-gesa. Aku harus tes wawancara. Saking gugupnya aku lupa membawa dompet. Dan ya.. aku ditilang. Saat itu aku berdoa agar Tuhan mengirimkanku seorang penolong, lalu kamu datang. Aku belum sempat mengucapkan terima kasih waktu itu karena aku hampir telat wawancara. Terima kasih, aku sangat berharap pertolonganmu waktu itu menjadi awal yang baik bagi kita."

Aku terpana,
mimpi apa aku semalam?
Pertolongan?
Aku bahkan sudah melupakan hal itu

Bingkisan itu...
Aku terlalu senang untuk membukanya
Sebuah cake berwarna biru yang aku gak perlu memakannya untuk tahu seperti apa rasanya

Aku selalu senang dengan pemberian
Kali ini pun ia
Di sana ada perhatian yang tulus
Dan aku selalu menghargai setiap perhatian 

Dalam hati aku berbisik
'Semoga menjadi awal yang baik, seperti harapannya'

Aku memandangi bingkisan itu lagi
Ahh warnanya biru
seleranya boleh juga
dan aku tersenyum....:)

Sunday, 9 February 2014

Masa lalu adalah masa lalu

Masa lalu identik dengan galau? Kadang ia, kadang tidak. Tapi beberapa hari ini aku memikirkan masa lalu yang bikin galau. Galau tentang kisah di ujung jalan yang telah usai. Ada saat kita mensyukuri banyak hal di masa lalu, ada saat kita mensyukuri peristiwa-peristiwa yang tidak terjadi tapi kita ingin kembali sejenak ke sana hanya untuk merasakan sejenak kebersamaan, perasaan, kedekatan dan hal-hal indah lainnya. Ada banyak kisah di masa lampau, ada yang begitu mudah dilupakan, ada yang bahkan butuh waktu yang cukup lama. Kisah ini adalah salah satunya. Sudah hampir terkubur dalam-dalam oleh waktu. Namun, ini hal yang kadang terlewatkan: lebih mudah melupakan seseorang saat ia jauh dan kita tidak bersinggungan dengannya, adalah hal yang sulit membuang bayang-bayang seseorang ketika ia ada di dekat kita. 

Sebenarnya, kenangan akan kisah ini adalah yang tak patut lagi diingat bahkan ditulis. Namun atas pertimbangan bahwa setiap hal yang kulalui adalah bagian dari proses pendewasaan dan kematangan diri, aku menulis hal ini. Bukan untuk menganggu hubungan seseorang, bukan untuk membuat seseorang merasa tidak enak, atau membuat seseorang merasa bersalah. Kisah itu telah usai. Aku sudah membereskan segala sesuatu di masa lampau. Aku menerima bahwa hal-hal terjadi atas injin dan kehendak Tuhan, tugas kita adalah bersyukur dan menerima bahwa semua hal baik dikerjakan Tuhan melalui keputusan baik dan buruk manusia. 
Aku menulis ini untuk sebuah penyadaran bahwa aku benci dicurangi. Kebencian ini bukan kepahitan tapi sebuah pelajaran berharga bahwa dicurangi adalah hal yang menyakitkan, sama menyakitkan ketika kita mencurangi orang lain. Pelajaran yang menumbuhkan sebuah tekad dalam hati untuk tidak mencurangi orang lain. Kita tidak dapat mempermainkan kesetiaan dan komitmen seseorang untuk sebuah kelalaian dan toleransi terhadap kegagalan kita untuk berkomitmen. Untuk kesadaran inilah aku mensyukuri hal-hal yang sangat aku rindukan terjadi tapi tidak terjadi. Aku melihat ini sebagai sebuah "tindakan pencegahan" yang dilakukan Tuhan. Tindakan pencegahan yang membuatku dewasa hari ini. Kita hanya dapat melihat apa yang ada di depan mata, Tuhan melihat jauh ke masa depan. Aku bersyukur karena keputusan Tuhan selalu mendahului pilihan-pilihan yang aku buat di dalam kelemahanku sebagai manusia. Masa lalu adalah cerminan bagi kehidupan yang lebih berkelas, pelajaran untuk menghargai komitmen, dan kesempatan untuk naik level dalam kelas iman. Pilihan selalu menunjukkan orang seperti apakah kita. 
Lalu, apakah aku masih galau setelah menulis hal ini? Tidak! Menulis adalah terapi dan aku menjadi 'sembuh' setelah menulis tentang hal ini. Masa lalu adalah masa lalu. Pada akhirnya kita harus berterima kasih untuk orang-orang yang Tuhan kirimkan dalam hidup agar kita dapat belajar dari mereka. 

we can't explain why the people we love stay in our hearts forever. they just do (r. m. drake)

Sudah cukup lama Disibukkan oleh berbagai kegiatan dan tuntutan Laporan, jurnal. buku-buku bacaan, dan tugas akhir semuanya tak mampu ...