Tuesday, 14 November 2017

Lelah

"..... Membuat banyak (satu) buku (proposal) tak akan ada akhirnya, dan banyak belajar melelahkan badan. (Pengkhotbah 12:12)"

Rasa-rasanya ayat di atas benar banget :(

Saat ini sedang di masa lelah selelah-lelahnya

Lelah membaca, lelah berpikir, lelah berimajinasi, lelah duduk berjam-jam

Kuliah lagi ternyata tidak semudah memasak di dapur, tidak semudah naik-turun gunung untuk pelayanan..

Setiap hari lelah membaca entah artikel atau buku-buku bacaan yang tak pernah habis,
lebih melelahkan lagi karena hampir semua bacaan berbahasa inggris (ya dewaaaaaa.... sedangkan kemampuan bahasa inggris saya di bawah rata-rata)

Rasanya pengen nangis, tapi toh akhirnya harus membaca lagi

Rasanya pengen pergi jauh tanpa email dengan caption "urgent", tanpa tuntutan ini-itu

Rasanya pengen menghilang dalam waktu yang cukup lama

tapi toh akhirnya saya harus menyelesaikan pilihan yang saya buat ini


L e l a h ..





Jkt, 14-11-2017


Wednesday, 13 September 2017

Perempuan dan kerentanan

Perempuan,
Perempuan punya daya besar di dalam dirinya untuk bertahan pada masa sulit
Perempuan pada batas-batas tertentu dapat menahan kesakitan teramat sangat
Perempuan dapat hamil, menggendong manusia lain di dalam dirinya selama sembilan bulan
Perempuan kuat melahirkan, rela puluhan urat dan syarafnya terputus demi sebuah kehidupan baru
Perempuan memang diciptakan kuat

Cela dibalik daya dan kekuatan besar ini, ada kerentanan
rentan terhadap kekerasan
rentan terhadap pelecehan
rentan diperjual-belikan

Perempuan,
Bukan saja sumber kehidupan tetapi juga sumber pendapatan
Bagi calo, perempuan bak sebongkah berlian
Bagi trafficker, perempuan adalah pemuas nafsu dan kebutuhan
Perempuan yang kuat menjadi lemah karena penindasan

Kesakitan amat sangat atas dasar cinta dan demi lahirnya kehidupan baru, mampu ditanggung perempuan
Namun rasa sakit sekecil apapun atas dasar penindasan, kekerasan dan pelecahan, terlalu berat untuk dapat ditanggung perempuan.
Ada perbedaan besar di antara dua hal ini.

Perempuan,
ibu,
saudari,
bumi. 



Sumber: https://id.pinterest.com/pin/432416001694830955/

Friday, 31 March 2017

Hallo masa lalu(ku)

Hallo masa laluku
Apa kabarmu disana?
Bagaimana rasanya sejauh ini?
Semoga akhirnya kau senang dan menikmati sendirimu

Tenang,
Aku tak datang untuk mengusikmu
Juga tak ingin berlama-lama berkunjung
Aku hanya mampir sebentar
Tiba-tiba saja aku teringat sosokmu
Lalu aku berpikir: tidak ada salahnya aku mampir

Meski mungkin kau tak ingin bertanya padaku
Tapi aku ingin memberitahumu
Aku baik-baik saja sejauh ini
Sungguh baik-baik saja
Aku menikmati tiap detik sendiriku
Tiap bahagia dan pedihnya kuingat baik-baik
Agar kelak jika kita bertemu kembali
Kita bertemu dengan memori-memori itu

Masa laluku
Tidak!
Aku tak akan menyebutmu lagi masa laluku
Kau hanyalah masa lalu
Bukan masa laluku lagi

Bagaimana keadaanmu?
Apa kabar harapanmu?
Apa kabar mimpi-mimpimu?
Apa kabar ambisimu?
Ah, sebenarnya aku ingin sekali bertanya:
Apa kabar rasa pengecutmu?
Sudah berkurang atau makin bertambah?
Mungkin kau akan tersinggung
Syukurlah jika memang begitu

Oh ya, masa lalu
Aku cuma mampir untuk mengatakan satu hal ini padamu:
Menjadi pengecut tidak membuatmu makin keren
Jadilah berani, hadapi kenyataan!
Jadilah kuat dan beranilah bermimpi!
Ambillah resiko
Perjuangkanlah cintamu!
Jangan cuma bisa jadi pengecut dalam cintamu yang besar

Salam dari sini, untukmu, masa lalu(ku)



Jakarta, 01 April 2017
@risdamaris

Monday, 27 February 2017

Sedang menuju dewasa...

Sudah lama sekali tak menulis lagi
Ini tulisan pertama di tahun ini
Banyak hal dilewati baik dengan tawa maupun tangis
Banyak hal itu jika dirinci hanya seputaran kuliah dan 'kamu'

Kuliah menyita begitu banyak perhatian dan tenaga bahkan kadangkala justru pontang panting mengejar ketertinggalan
Kuliah di sekolah ini ternyata sama sekali tak gampang
Semester lalu nyaris terseok-seok ditambah lagi dengan momen patah hati dan merindu

Syukur, momen itu akhirnya berlalu
Bertemu memang bisa meluruskan banyak hal
Rindu sudah meluap keluar
Tak ada lagi perasaan tertahan dalam dada
Pertemuan mampu menjelaskan pada hati apa yang sebenarnya sudah sangat dipahami otak tapi tak mau diterima hati
Lalu tiba-tiba aku disadarkan kembali dari mimpi-mimpi siang bolongku
Kembali ke dunia nyata dengan perjuangan-perjuangannya
Dan setelah jauh melangkah aku dapat menoleh ke belakang dan tersenyum: aku berhasil melaluinya
Tidak mudah memang tapi aku berhasil

Aku jadi sadar bahwa perasaan cinta mempunyai kekuatan yang besar
Kekuatan untuk mencintai begitu dalam
Kekuatan untuk memulihkan diri ketika terluka
Dan betapa bersyukurnya aku karena Tuhan menciptakan air mata bagi manusia untuk membalut hati yang pedih juga untuk meluapkan rasa rindu

Berada di saat ini lalu menengok ke belakang, perjalanan ini sudah terlalu panjang rupanya
Beberapa saat lagi memasuki usia yang baru tapi masih dengan status yang sama, mahasiswi
Status yang membuat 'kamu' merasa diabaikan dan ditinggal, ah sudahlah tak mengapa
Aku memasuki usia ini dengan banyak pertanyaan menggantung
Pertanyaan klasik yang kuulang lagi: siapa? Dimana? Bagaimana?

Dulu sekali, aku bertanya dengan penuh kecemasan
Sekarang tentu tidak lagi, bukan karena aku tidak cemas lagi
Tapi aku telah belajar, hidup ini lebih indah jika dinikmati ketimbang dijalani dengan penuh kecemasan
Bukan juga karena aku terlalu yakin
Aku cuma sedang belajar dewasa, belajar percaya dan berserah
Juga belajar bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang baik, engkau harus berjuang dan bekerja keras
Teman seperjalanan dibutuhkan terlebih utama ketika temannya sedang dalam keletihan teramat sangat
Karena sebuah perjalanan menjadi bermakna bukan karena siapa yang menunggumu di ujung jalan tapi tentang siapa yang bersedia berjalan bersamamu...


Jogja, 27 Februari 2017

Ester Damaris

we can't explain why the people we love stay in our hearts forever. they just do (r. m. drake)

Sudah cukup lama Disibukkan oleh berbagai kegiatan dan tuntutan Laporan, jurnal. buku-buku bacaan, dan tugas akhir semuanya tak mampu ...