Monday, 20 April 2015

Hari Kartini, katanya sih...

Selamat hari Kartini.....
Lupa sih apa makna kartinian zaman sekarang. Katanya sih emansipasi, tapi tetap aja ruang gerak perempuan dibatasi, hak-haknya diambil, tenaga dan waktunya dieksploitasi habis-habisan.
Kadang suka sedih kalo dengar definisi orang-orang mengenai tugas seorang ibu yang hanya mendidik dan merawat anak-anak. Tugas ayah? Oh tentu mencari nafkah. Kalo ibu mencari nafkah itu pasti nafkah tambahan.
Lebih sering lagi ketika sudah menjadi vicaris meliihat begitu banyak kenyataan perempuan ditindas bahkan saya pun hanya mampu 'menonton' dan 'mendengar' tanpa bisa berbuat apa-apa.
Beberapa contoh kasus:

- beberapa waktu yang lalu seorang perempuan muda diperkosa dan dibunuh oleh 6 orang laki-laki. Hak hidupnya dirampas, masa depannya hancur dan orang tuanya yang malang kehilangan anak kebanggaan mereka.

- suatu malam ketika pulang pelayanan saya bertemu dengan seorang ibu muda yang menggendong anaknya yang baru beberapa bulan lahir. Mereka baru saja pulang menghadiri acara pemakaman seorang anggota keluarga di rumah asal si ibu muda itu. Cuaca malam itu sangat dingin dan hujan. Bayi itu menangia berteriak karena kedinginan. Tapi ayahnya tak peduli. Sang ayah memaksa sang istri untuk malam itu juga pulang ke rumah mereka yang jaraknya kurang lebih 12 km dg menggunakan motor yang lampunya mati. Dapatkah kamu membayangkan betapa tega sang ayah kandung pada anaknya sendiri? Kami berusaha mencegah dan memberi usul agar si istri dan anaknya menginap dulu di rumah orang tua si istri dan beru kembali ke rumahnya besok pagi tapi sang ayah ngotot dan berteriak teriak memanggil istrinya. Istri yang tak berdaya itu menurut, sedangkan sang anak berteriak kedinginan. Tak sampai di situ, si istri sempat bercerita bahwa suaminya sering memukulinya. Kemungkinan besar sesampainya di rumah malam itu suaminya akan kembali memukulinya. Ckckckckckc dapatkah kamu membayangkan hidup bersama seorang lelaki brengsek kayak si suami kurang ajar itu?

- kemarin saya bertemu seorang ibu yang memiliki empat orang anak yang harus berjuang sendiri karena ditinggal pergi oleh suaminya. Ia diusir oleh suaminya sendiri dan pulang ke rumah orang tuanya, di rumah orang tuanya pun ia kembali diusir dan sekarang tinggal di kost. Saya tidak tahu bagaimana masa lalunya, bagaimana ia mengenal suaminya dan bagaimana relasi mereka atau apa alasan mereka berpisah. Saya tidak tahu. Tetapi yang saya saksikan kemarin adalah seorang perempuan tangguh yang tidak menyerah pada nasip, yang bangkit berjuang demi anak-anaknya, mengembangkan talenta dagangnya untuk bertahan hidup, punya mimpi bagi masa depan yang cerah untuk anak-anaknya. Saya salut, ternyata dari sekian banyak perempuan yang diperlakukan tidak adil masih ada perempuan sumba yang tangguh, yang tak menyerah pada keadaan.

- kasus yang satu ini adalah kasus yang paling saya benci dan berharap semoga cepat berlalu dalam tradisi orang sumba khususnya wewewa. Tradisi 'padeta minne'. Tradisi mengambil paksa seorang perempuan untuk dijadikan istri. Siapa pun orang berpendidikan yang mendengar tradisi ini pasti tidak akan setuju. Tradisi inilah yang paling banyak menyebabkan adanya disiplin gerejawi atau siasat bagi anggota jemaat atau penggembalaan khusus (tidak diperkenanankan mengikuti perjamuan kudus). Karena masyarakat melegalkan perkawinan tersebut. Bercerita sedikit tentang pernikahan di sumba. Di Sumba dikenal 3 bentuk pernikahan: nikah adat, nikah gereja dan nikah pemerintah. Kebanyakan orang sumba apalagi di desa hanya melaksanakan nikah adat. Tandanya adalah dengan pemberian belis (mas kawin) dan kepindahan perempuan ke rumah laki-laki. Biasanya nikah adat hanya akan terjadi jika si lelaki dan si perempuan sama-sama saling menyukai dan sepakat untuk hidup bersama. Tradisi padeta minne terjadi hanya atas dasar si laki-laki menyukai perempuan sedangkan si perempuan tidak menyukai laki-laki itu. Selain itu orang tua si laki-laki dan si perempuan sudah saling setuju untuk menikahkan anak mereka sekalipun si anak perempuan tidak setuju. Apalagi jika orang tua perempuan sudah menerima belis dari keluarga laki-laki. Kemudian, diaturlah waktu dan tempat dimana si perempuan diambil dengan paksa dan dibawa ke rumah si lelaki. Biasanya si perempuan diambil dengan paksa di pasar atau di jalan. Si perempuan akan diajak ke pasar sementara keluarga lelaki sudah menyiapkan segala sesuatu untuk membawa pergi si perempuan. Biasanya si perempuan akan digendong tiba-tiba oleh segerombol lelaki dan dibawa masuk ke mobil atau tetap digendong dan dibawa ke rumah si lelaki. Orang banyak akan memperhatikan peristiwa itu dan seringkali yang membuat si perempuan tidak dapat kembali ke rumah orang tuanya adalah karena sudah malu diangkut di depan umum dan juga karena malam harinya tentu saja sudah 'ditiduri' oleh 'suaminya'
Sebuah tradisi yang dianggap lazim oleh orang sumba tapi sesungguhnya tradisi ini adalah tradisi yang sama sekali tidak berperikemanusiaan. Bagaimana mungkin seorang perempuan dicabut hak atas dirinya sendiri untuk memilih hidup dengan siapa dan memilih menyerahkan tubuhnya untuk siapa. Dari sanalah muncul potensi-potensi KDRT. Dan perempuan-perempuan sumba 'dipaksa' untuk bertahan seumur hidup karena orang sumba tak mengenal perceraian. Ironis bukan?

Katanya hari ini hari Kartini. Hari untuk merayakan hak hidup perempuan. Hari untuk merayakan kebebasan kaum perempuan. Penyetaraan gender. Tapi masih banya tuh perempuan-perempuan yang hak hidupnya dirampas. Bahkan hak atas tubuhnya sendiri diambil alih oleh orang lain. Dimanakah tempat teraman bagi perempuan?
Ini hanya sekedar refleksi sekaligus tamparan di pipi untuk semua perempuan dan laki-laki Sumba yang kini sedang mengabdi di Sumba. Apa yang dapat kita lakukan? Sebuah penyadaran bagi setiap laki-laki dan perempuan bahwa semua perempuan berhak atas hidupnya sendiri dan berhak mempertahankan tubuhnyakah? Atau kita mengambil bagian dalam 'merampas' hak-hak dan kebebasan perempuan Sumba?
Selamat hari Kartini, katanya sih....


Tuesday, 14 April 2015

‘Single’ rules for the sacred search (2) #PTRB

Tulisan ini merupakan renungan berantai yang ditulis oleh beberapa teman secara bergiliran. Tulisan ini adalah tulisan kedua. Tulisan pertama dapat dibaca di blog kak Elva Rafael disini: http://ruangsenandung.blogspot.com/2015/04/rotesemua-cerita-berawal-dari-sini-1.html 

“Adam sedang sibuk mengerjakan tanggung-jawabnya di eden ketika Tuhan memperhatikan dia dan berpikir "tidak baik jika adam hanya sendirian, Aku akan menyediakan penolong hidup baginya"
jadi, temukanlah eden-mu dulu, kerjakan tanggung-jawabmu di sana dengan segenap hati sebagaimana Tuhan menjadikanmu. tenang-tenanglah, Dia memperhatikan semua kebutuhanmu, termasuk menyediakan sang penolong hidup bagimu"
~kumurkumur

Aku sangat tertarik membaca quote di atas. Kerjakan dulu edenmu Tuhan tahu kebutuhanmu. Seringkali kalimat-kalimat seperti ini hanya manis didengar, keren dihayati tapi sangat sulit diterapkan. Jika kamu masih di awal 20-an ini hal yang mudah, jika gagal kamu masih punya banyak kesempatan untuk mencoba lagi. Tapi jika kamu sedang di akhir 20-an, saat ketakutan mengenai menikah atau tidak menjadi perhatian utamamu, saat kamu ingin buktiin ke semua orang yang bertanya “kapan nikah?” bahwa kamu bukannya gak laku, prinsip ‘Kerjakan dulu edenmu Tuhan tahu kebutuhanmu’ menjadi sebuah klise. Jika Dia memang ingin aku menikah bukankah sekarang saat yang tepat (bahkan hampir telat) untuk mempertemukanku pada seseorang?  Jika memang doa yang selama ini kupanjatkan adalah doa tak terjawab, maka biarlah aku memilih jalanku sendiri, memilih siapa saja untuk dijadikan teman hidup.

Ada banyak rahasia dalam hidup ini. Termasuk mengapa Allah tak menjawab doa-doa kita di malam kelam, kerinduan kita yang ditahan Allah, ‘disembunyikan’ sedemikian rupa oleh Allah. Pada tiap orang, alasan Allah berbeda. Bahkan pola yang ada pada seseorang tidak dapat diterapkan pada orang lain. Maksudnya seperti ini: ada yang berdoa sedemikian rupa kepada Tuhan, giat melayani Tuhan dan dianugerahkan kepadanya pasangan hidup seperti doanya, kehadiran pasangan hidupnya tepat pada waktunya. Ada juga yang berdoa sungguh-sungguh, melayani Tuhan sepenuh hati tetapi belum menemukan seseorang yang sepadan yang dengannya ia dapat berbagi kehidupan. Ada yang berawal dari kesalahan masa muda dan berakhir indah menjadi sebuah keluarga kristen yang di dalamnya kasih Kristus dinyatakan. Ada banyak pola. Dan kita tak pernah tahu mana pola yang akan berlaku pada kita. Namun, apapun pola yang akan berlaku bagi kita, kita mengamini bahwa segala sesuatu yang berlaku atas kita ada di bawah kendali Allah.

Bercerita sedikit tentang kehidupan pribadiku. Aku menemukan melalui pengalamanku bahwa kita dapat memegang teguh begitu banyak prinsip mengenai ‘segala persiapan menemukan seseorang sebagai parter-in-life-mu’ di dalam sebuah pencarian yang kudus ketika anda tidak sedang terikat hubungan dengan siapa-siapa atau anda tidak sedang ‘tertarik/jatuh hati’ pada seseorang. Than you changes the rules if you’re in love with someone. Jatuh cinta dapat membuat segala sesuatu mungkin. Jatuh cinta membuat anda sulit membedakan mana akal sehat dan mana perasaan. Mana yang harus ditoleransi dan mana yang tidak. Mana yang seharusnya diperjuangkan dan mana yang sebenarnya tak pantas sama sekali. Benar kata orang, cinta itu buta. Tapi, kita (gadis milik Allah) harus berbeda. Kita tidak harus terlena. Kitalah yang menentukan dan mengendalikan, kepada siapa kita akan mempercayakan harapan, mimpi dan visi hidup kita. Itu sebabnya ketika sedang tertarik/jatuh hati/terpesona pada seseorang atau sebaliknya ketika seseorang meminta kita untuk menjadi ‘seseorang’ baginya dalam hidupnya, kita perlu waktu untuk menyendiri dan bertanya pada Tuhan. We need time to think and to know him/her more. Tujuannya, untuk menguji hati kita dan menguji hati seseorang itu, terutama menguji hati di hadapan Tuhan. Pertama, waktu untuk mengenal karakternya. Apakah kita dapat hidup dan bertahan dengan karakter-karakter yang ada pada dirinya? Apakah kebiasaan-kebiasaannya tidak akan mengganggu kita? Apakah ada karakternya yang bertentangan dengan prinsip hidup yang kita anut? Apakah bersamanya kita semakin menemukan diri kita? Dalam bahasa Garry Thomas, apakah seseorang yang anda pertimbangkan untuk nikahi adalah seseorang mendorong anda semakin mencintai Tuhan atau seseorang yang justru menarik anda tenggelam dalam jurang kebinasaan dengan sepanjang hidup anda berjuang habis-habisan untuk bertahan dan menerima perlakuan tak manusiawi darinya? Kedua, waktu untuk berpikir. Kita perlu menarik diri dari perjumpaan dengan seseorang itu, mengambil waktu khusus bersama Allah untuk menemukan kehendakNya, untuk menyelidiki hati kita, untuk mengukur seberapa dalam ia berkomitmen untuk bersama kita dan kita bersama dia, menguji karakternya, melihat bukti kata-katanya, bertanya pada orang-orang di sekelilingnya dan membuat penilaian objektif tentangnya. Dengan melakukan kedua hal ini, saya justru menemukan beberapa rules for the single ladies dari beberapa jejaring sosial, dari membaca buku, dari sharing dengan beberapa sahabat, dari bertanya pada Tuhan. Rules itu saya tulis dan tempelkan di dinding ruang tamu agar selalu mengingatkan saya dan banyak orang lain tentang prinsip hidup yang harus diingat dan dipegang erat oleh para lajang:

1. Reasons to celebrate your singleness:
Because you trust God’s perfect timing and you know that every moment of the wait is preparing you for the one you’ve been waiting for
Because ‘good enough’ is NOT good enough for you
Because for you, SETTLING is NOT an option
2. Imagine a man so focusing on God that the only reason he look up to see you is because he heard God say: “that’s her”
3. Ladies, of a guy don’t heartedly committed to the Lord, what makes you think that he will be whole heartedly committed to you? Let him give his whole heart to God first before he can give it to you
4. Just because there’s nothing WRONG with them, doesn’t make them the right one for you
5. Blessed is the girl who found a man that WAITS for her and ASKS her from God, and blessed the man who found a girl that love God more than him
6. Don’t be totally WORRIED about every thing that’s going around you. It’s my job. Signed, Jesus.



Nyatanya, rules ini membantuku amat banyak dalam berpikir dan menentukan pilihan. Yang paling penting adalah bukan bagaimana kita menemukan seseorang melainkan apakah kita mampu berkomitmen untuk memegang erat prinsip ini dan menerapkannya dalam setiap pencarian kudus yang kita lakukan? Tidak gampang memang. Sulit. Berat. Tapi prinsip ini yang membedakan setiap wanita Kristus. Kita tidak perlu menurunkan standar, seseorang itulah yang harus berjuang memenuhi standar yang kita tentukan. Jika ia benar-benar komit melakukan sebuah ‘perjalanan’ bersama kita ia akan dengan senang hati hidup dalam prinsip-prinsip ini. Apakah ia mencintai Tuhan lebih dari apapun? Apakah ia berdoa sungguh-sungguh meminta kita dari Tuhan?
Ladies, tulislah rules di atas di dinding kamarmu untuk mengingatkanmu selalu bahwa kita sedang melakukan pencarian pasangan hidup yang kudus tak peduli berapa usia kita. Dan sebagai bahan referensi, saya menyarankan ladies membaca buku Garry Thomas ‘The sacred search’. Temukanlah begitu banyak prinsip hidup di sana dan bertumbuhlah melaluinya.




Mondo Mia, 14 April 2015


NB: tulisan ini akan dilanjutkan oleh saudari Lastriana Ginting

Monday, 13 April 2015

Loko mara

Sedang di tepi sungai, loko mara
Gemericik air yang mengalir syahdu, meneduhkan jiwa
Sejuknya merasuk ke hati dan mendamaikan kalbu
Tenang...
Damai... 
Sepi...
Sesekali kicauan burung terdengar sayup sayup dari kejauhan
Ranting bambu menari nari diterpa angin sungai
Pepohonan yang tumbuh gagah dan anggun dalam jaminan berkelimpahan air kehidupan
Sungguh karya Allah yang mempesona
Hanya ingin berlama lama disini, menikmati semuanya sendiri
Mereguk keindahan alamnya yang kaya
I don't want anybody, just me and this God's amazing creation





Friday, 10 April 2015

My chapter one

Each time when I feel all things disappeared
I'm so glad that You are here
Through the darkest night
You always be my light
And You guide me all the way

Only you can heal broken part in me
By Your love and sensitivity
With You were by my side
Everything will be alright
You help me to see the beautiful things
You gave for me

Nobody loves me like You do
You touch my heart with love so deeply and true
I have been searching for my whole life through
Just to found that Nobody loves me like You do

Sedang jatuh hati sama lirik dan nada lagu ini. Merasa sangat spesial dan dihargai begitu rupa. Nobody loves me like You do, kenyataannya memang tak ada seorang pun mencintaiku sedemikian rupa, sebesar cinta Tuhan padaku. Papa mama pun mencintaiku karena bercermin dari kasih Tuhan pada mereka. Mereka mengorbankan apa saja untukku, itu juga karena mereka melihat pengorbanan Tuhan bagi hidup mereka. Kebaikan, cinta, pengertian, pengorbanan dipelajari dari Tuhan sendiri. Aku sendiri sedang belajar mengasihi, mencintai, berkorban dan menghargai sesama.
Belajar mengingatkan diri sendiri bahwa segala hal dapat kulakukan bersama Tuhan, apa saja. Dapat kulakukan bersama-Nya.

Saturday, 4 April 2015

Terpesonaa

Pernahkah kamu terpesona oleh seseorang begitu rupa?
Aku pernah. Pernah terpesona pada seseorang bahkan pada pertemuan pertama dengannya. Ah tidak. Aku bahkan hanya bertemu dengannya sekali saja tapi terpesona padanya setiap kali aku melihatnya di jejaring sosial. Ya. Jejaring sosial membantuku begitu banyak untuk mengenalnya. Dan setiap hari aku terpesona pada segala sesuatu yang dibuatnya. Sebuah pertemuan yang begitu mengesankan, bukan? Aku hanya bertemu dengannya sekali tetapi terpesona padanya setiap saat mengingatnya. Aku bahkan bukan saja terpesona aku bahkan jatuh cinta hanya dengan mendengarkan gagasan-gagasan tentangnya. Aku tidak cukup mengenalnya namun setiap kali mendengar namanya disebut ada sesuatu dalam darahku yang mengalir cepat, sesuatu mengganggu di dalam detak jantungku, sungguh dia pria yang hebat dan mempesona. Mengagumi dalam diam, itulah yang kulakukan. Aku terpesona dan jatuh hati padanya, sedangkan ia? Ah ia mungkin hanya menganggap aku salah satu teman barunya. Bgeitulah, setiap hari aku jatuh cinta padanya bahkan sering merasa tersiksa bila tak ada kabar tentangnya di jejaring sosial. Setiap hari aku berjuang untuk melupakannya. Namun semakin aku berjuang, aku gagal. Setiap hari aku menahan diri untuk tidak menjadi stalker, tapi justru aku hampir menghafal semua update-an terbaru di seluruh jejaring sosialnya. Lalu aku sadar bahwa dalam hidup ini banyak hal yang kita inginkan tidak terjadi menurut angan kita. Aku bangun dari keterpesonaanku padanya, melanjutkan hidup hingga menjadi terbiasa kembali dengan semua gagasan tentangnya.
Disini, ketika seseorang justru mengungkapkan keterpesonaan dan perasaan jatuh hatinya padaku, aku mengingat pengalamanku. Bagaimana aku jatuh hati pada seseorang di masa lampau pada pertemuan pertama dan terakhirku, lalu seseorang di masa kini pun jatuh hati dan terpesona padaku di dalam cara yang sama. Apa aku juga terpesona pada si masa kini? Ah terlalu terburu-buru, aku bahkan tak mengenalnya. Mungkin perasaanku pada si masa kini adalah gambaran perasaan si masa lalu padaku. Seseorang terpesona pada kita karena hal-hal yang tak dapat dijelaskannya, haruskah kita pun terpesona pada mereka? Tak harus. Kita hanya dapat terpesona jika memang ada sesuatu dalam diri mereka yang mempesona kita. Jadi, untuk si masa kini, buatlah saya terpesona dan melihat padamu :-)

we can't explain why the people we love stay in our hearts forever. they just do (r. m. drake)

Sudah cukup lama Disibukkan oleh berbagai kegiatan dan tuntutan Laporan, jurnal. buku-buku bacaan, dan tugas akhir semuanya tak mampu ...