Hai yang di sana, apa kabar?
Kamu tentu sedang baik-baik saja, sayang, di sini tak begitu
Aku sedang merindu
Rindu yang tak seharusnya kuungkapkan
Merindu pada kenangan-kenangan manis yang semakin kuusir jauh semakin tak mau pergi
Merindu akan janji-janji yang pernah kita rajut bersama tapi tak pernah menjadi nyata
Merindu pada harapan bahwa kau masih miliki hatiku
Merindu...
Aku enggan menghapus kenangan-kenangan bersamamu dalam memori hatiku karena aku masih ingin berlama-lama hidup dengan mimpi-mimpi bersamamu
Ahh kau tak pernah tahu betapa tersiksanya menahan rasa rindu
Bahkan ketika aku sadar aku tak seharusnya merindumu
Tapi apa daya?
Aku bisa apa?
Aku perempuan yang kuat dan hidup karena perasaan
Kau mungkin bisa beranjak pergi karena pikiran rasionalmu
Tapi aku perempuan
Kekuatanku ada pada rasaku
Meski aku terluka, aku tak bisa beranjak pergi dari rindu ini
Ah... sekali lagi kau tak pernah tahu bagaimana rasanya
Air mata tak pernah tuntas menuturkan pedihnya merindu
Bukannya aku tak mencoba
Aku berjuang setiap hari tapi menyerah pada rasa ini
Aku kembali merindumu
Maafkanlah...
Aku lebih baik hidup dengan pedihnya rindu ini
Karena aku tak bisa membunuhmu dalam rasaku
Maafkan aku masih merindu
Meski aku tahu, rindu ini tak ada artinya untukmu
Karena kau telah beranjak pergi...
Hey, aku rindu...
Selamat datang di blog ini. Saya menulis sebagai bentuk terapi untuk diri sendiri, untuk menyalurkan rindu yang membuncah. Beberapa orang sebenarnya menjadi subjek dan objek inspirasi dalam tulisan-tulisan ini. Bisa jadi, kamu salah satu di antaranya ^_^
Tuesday, 29 November 2016
Thursday, 1 September 2016
Merindu
Pernah menahan sesuatu di dalam hatimu?
Sebuah perasaan yang dalam, yang membut hatimu tak mampu menampungnya lagi?
Sebuah perasaan yang andai saja bisa, kamu akan menempuh ratusan kilometer untuk membereskannya, membantunya menemukan obat bagi kegelisaannya
Andai saja, merindu seperti rasa lapar, kamu hanya perlu membeli makanan lalu makan dan kenyang
Andai saja rindu seumpama keadaan kepanasan lalu tinggal menyalakan kipas angin atau mencari ruangan ber-AC
Andai saja merindu sesederhana itu semua
Andai saja...
Tapi rindu, ah kamu tak akan pernah menemukan kata yang tepat untuk menggambarkannya
Karena ketika kamu merindu, kamu kehabisan kata, hanya irama sendu terdengar dari hatimu gantikan musik cintamu
Hanya air mata yang paham benar bagaimana merindu
Dan kasih... adakah disana irama sendu yang sama mengisi hatimu?
Sebuah perasaan yang dalam, yang membut hatimu tak mampu menampungnya lagi?
Sebuah perasaan yang andai saja bisa, kamu akan menempuh ratusan kilometer untuk membereskannya, membantunya menemukan obat bagi kegelisaannya
Andai saja, merindu seperti rasa lapar, kamu hanya perlu membeli makanan lalu makan dan kenyang
Andai saja rindu seumpama keadaan kepanasan lalu tinggal menyalakan kipas angin atau mencari ruangan ber-AC
Andai saja merindu sesederhana itu semua
Andai saja...
Tapi rindu, ah kamu tak akan pernah menemukan kata yang tepat untuk menggambarkannya
Karena ketika kamu merindu, kamu kehabisan kata, hanya irama sendu terdengar dari hatimu gantikan musik cintamu
Hanya air mata yang paham benar bagaimana merindu
Dan kasih... adakah disana irama sendu yang sama mengisi hatimu?
Thursday, 31 March 2016
Selamat mencinta
Pernah membaca atau memiliki pengalaman seperti gambar di samping?
Jika pernah, bersyukurlah. Kita berteman!
Jatuh cinta itu mudah, gampang, gak ribet. Suka ya suka aja. Semua terasa begitu indah dan sempurna, segala kekurangan dan ketidakcocokan dengan begitu mudah disesuaikan dan dikompromi. Hidup terasa sangat indah. Kita tertegun karena kita dan pasangan ternyata bisa sekompak ini. Lalu minggu demi minggu pun berlalu, bulan dan tahun silih berganti, kita bertanya: mengapa ada begitu banyak perbedaan? Kemana perginya semua kecocokan selama ini? Ternyata seiring waktu kita lelah berkomptomi terus, karakter asli kita dan pasangan pun muncul, ego kita mendominasi. Dan kita sadari hal ini: kita sungguh berbeda. Kita heran bagaimana banyak pernikahan dapat melewati situasi ini, bagaimana papa mama kita melewatinya, bagaimana opa oma kita dapat bertahan.
Adalah baik bagi kita dalam masa-masa pengenalan untuk memunculkan karakter asli dan ego kita dan pasangan. Menjadi jujur pada perasaan di dalam diri kita, jujur pada apa yang kita mau dan apa yang tidak. Lalu menjembatani karakter pasangan, dapatkah saya hidup bersama pribadi dengan karakter ini? Dapatkah saya bertahan seumur hidup saya dengan penerimaan pada pilihan dan gaya hidup pasangan saya? Dapatkah dia juga menerima seluruh keberadaan hidup kita secara utuh?
Sesungguhnya ini pekerjaan yang teramat sulit dan butuh perjuangan berat tanpa kata menyerah dan putus asa, hanya bertahan untuk terus belajar dan mencinta. Entah bagaimana hal ini bekerja pada orang lain tapi bagi saya pribadi ini hal yang sukar. Mengapa? Karena saya berjuang keras memahami diri saya sendiri di hadapan pasangan saya. Saya bercermin di dalam dirinya. Dan untuk itu saya harus berjuang untuk tidak menyerah terhadap kejutan-kejutan yang saya temui dalam karakter, kebiasaan, dan ego yang dengan jujur ditampilkan pasangan saya. Kadang saya marah dan tergoda ingin menyerah namun balik lagi, dalam proses ini tak ada kata menyerah dan berputus asa. Hati saya harus siap dihancurkan, disembuhkan, diremukkan, dibalut kembali. Proses ini menantang sekaligus berharga. Sebuah proses yang mengingiri langkah setiap mereka yang sedang belajar berkomitmen. Saya bersyukur mengalaminya
Menulis hal ini, adalah cara saya untuk berjuang dan bertahan. Tulisan ini akan selalu mengingatkan untuk terus berjuang bagi pasangan yang kita cintai. Menambah ruang kesabaran dalam hati, menambahkan cinta kasih dan reminder untuk tidak pernah mengorbankan sebuah hubungan hanya karena ketidakmampuan kita untuk saling mengenal dan memahami.
Salam
EDWW
Wednesday, 30 March 2016
Be Happy no matter what
![]() |
| Blanco Coffee and Books |
Hari ini saya mengunjungi sebuah kafe yang mengambil tema perpustakaan. Ini bukan promosi tapi kafe sangat direkomendasikan bagi teman-teman yang suntuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Di kafe ini kita bisa belajar sambil ngopi. Namanya Blanco Coffee and Books. Di kafe ini terdapat rak buku yang berisi banyak buku bacaan umum dan novel.
Saya mengunjungi kafe ini bersama seorang teman baik saya sejak kuliah S1 dulu. Entah mengapa hari ini saya begitu bahagia mengunjungi kafe ini sambil belajar. Lalu malam harinya saya membaca sebuah postingan di facebook, isinya merangkum semua rasa yang saya alami hari ini. Untuk selalu mengingatkan saya akan hari dan hal ini, saya mengutip postingan itu
Nama akunnya Love what matters
Demikian tulisnya:
"We convince ourselves that life will be better after we get married, have a baby, then another.
Then we are frustrated that the kids aren't old enough, and we'll be more content when they are.
After that, we're frustrated that we have teenagers to deal with.
We will certainly be happy when they are out of that stage.
We tell ourselves that our life will be complete when our partner gets his or her act together when we get a nicer car, are able to go on a nice holiday, when we retire.
The truth is, there's no better time to be happy than right now. If not now, when?
Your life will always be filled with challenges.
It's best to admit this to yourself and decide to be happy anyway.
A quote comes from Alfred D. Souza. He said,
'For a long time it had seemed to me that life was about to begin - real life. But there was always some obstacle in the way, something to be gotten through first, some unfinished business, time still to be served, or a debt to be paid. Then life would begin. At last it dawned on me that these obstacles were my life.'
This perspective has helped me to see that there is no way to happiness. Happiness is the way.
So, treasure every moment that you have and treasure it more because you shared it with someone special, special enough to spend your time...and remember that time waits for no one.
So, stop waiting until you lose ten pounds, until you gain ten pounds, until you have kids, until your kids leave the house, until you start work, until you retire, until you get married, until you get divorced, until Friday night, until Sunday morning, until you get a new car or home, until your car or home is paid off, until spring, until summer, until winter, until your song comes on, until you've had a drink.... there is no better time than right now to be happy.
Happiness is a journey, not a destination.
Work like you don't need money,
Love like you've never been hurt,
And dance like no one's watching."
#LoveWhatMatters
Written by Robert Westerburg
Membaca postingan ini saya diingatkan, bahagia bukan tentang uang, harta, jabatan, status sosial dan seterusnya
Bahagia adalah keputusan
Ketika kita menikmati hidup yang kita punya, bisa kumpul bareng teman dan sahabat, bisa menikmati setiap momen, bersyukur dengan apa yang ada pada kita, menghitung berkat dan bisa memberi
Itulah kebahagiaan
Semoga kita terus mengingat hal-hal ini dan memilih untuk berbahagia setiap hari no matter what
Thursday, 3 March 2016
Sahabat adalah anugerah
Sahabat adalah anugerah, itu betul.
Pertemanan yang bertahan bertahun-tahun, meski terpisah jarak dan ruang adalah persahabatan sejati. Sahabat sejati tak lekang oleh waktu. Saya memiliki beberapa sahabat, namun berikut ini adalah surat dari dua sahabat saya yang ditulis tahun lalu sebagai hadiah ulang tahun saya yang ke-25. Dulu sempat ingin memosting surat ini di blog ini, tetapi karena begitu banyaknya kesibukan, surat-surat ini tidak sempat diposting. Saya sengaja memostingnya sekarang untuk mengingatka saya betapa saya harus bersyukur kepada Tuhan atas kehadiran mereka, mengingatkan saya bahwa ada banyak hal yang harus saya syukuri sepanjang tahun kemarin. Terima kasih sahabat-sahabat terbaik, Astrid B Lusi dan Samoati Br Berutu, membaca kembali surat kalian menyisahkan rindu mendalam, sukacita, kehangatan di hati bahkan juga kegelian, apalagi membaca surat tata Tamo, hahahha
Surat-surat ini menghantar saya pada refleksi mendalam dan pengakuan bahwa Tuhan baik, sungguh teramat baik sebab banyak dari harapan dan doa teman-teman saya ini sudah terkabul di usia 26, hahah
NB: Pal Sem, jangan tertawa baca suratmu ya, haha
Surat dari Samoati Br Berutu:
Februari 2015,
Wkwkwkwkwkkw……
ngakak sek yooo… ini kyk sahabat pena…. J
Hayyyyy Hadasa orang sumba alias pal is…. Ingin
rasanya menyebut namamu secara utuh palyang. Tp you know me so well lahhh…. Aku gk bisa
sebutin namamu secara utuh Ester Damaris and so on J … saat sperti ini saya kadang merasa
sedih pada diri sendiri.. L,
tapi jujur meski menyebut namamu pal tidak bisa utuh, tapi Hadasa selalu utuhh
didalam hatiku….. wkwkwk …. Entah
betul atau tidak, bagiku sahabat adalah mukzizat dari Tuhan. Sahabat yang
baik sulit untuk ditemukan, lebih sulit untuk ditinggalkan, dan
tidak mungkin untuk dilupakan dan itu adalah kamu Hadasa… J
Menyenangkan
sekali dapat melihat kebahagiaan sahabat. Walau bukan aku yang menjadi sumber
kebahagiaan itu.
Tau nggak…., aku sudah kangen banget
denganmu palyanggg. Pengen tau wajahmu yang sekarang kaya apa. Ngga terasa
ternyata kita udah lumayan lama nggak pernah bertatap muka. Terakhir kita jumpa
di temanggung, sekarang pasti bayak perubahan yang terjadi denganmu di sumba
sana…khusus badan semakin berubahh.. wkwkwk. meski jarak memisahkan
kita semoga tetap mengingatku sebagai seorang sahabat yang selalu merindukanmu.
Ngarep.com.. wwkwkwkw
Palyang Setiap orang terlahir untuk menjadi
dewasa, kini seiring berjalannya waktu Is
dibawa dalam kedewasaan itu, di ulang tahunmu yang genap ke-24 (BE RASA AA B ULANG TAHUN KE-25, tambahan
Ester Damaris) ini, ingin rasanya aku
membisikkan langsung dihadapanmu satu kalimat Selamat ulang tahun palyang…. Dan
memelukmu penuh dengan kebahagiaan… untuk saat ini itu tidak mungkin karena
jarak saat ini memisahkan kita namun, Bahagiamu adalah bahagiaku
tagismu adalah tangisku….. Semoga selalu berbahagia dengan segala harapan yang
terwujud dalam kehidupannmu palyanggg…..
Hidupku tidak akan lengkap tanpa kehadiranmu, Hidupku tak akan berwarna tanpa
dirimu terima kasih palyang telah banyak berbagi denganku. Walaupun kadang
dalam Persahabatan kita pun bukannya tanpa cacat yang kentara. Kita pernah
berselisih paham, atau sering punya pendapat yang berseberangan. Tapi, nyatanya
tak satu pun alasan yang lantas membuat kita saling meninggalkan. Is mungkin pernah kesal lantaran sifatku yang
keras kepala. Is
bisa jadi uring-uringan menanggapi sikapku yang suka merajuk manja. Namun,
meski sudah baik-baik mengenalku luar dalam, tak kulihat niatmu untuk
mengabaikan. Denganmu, aku tak canggung-canggung berbagi mimpi dan
rencana-rencana ku. Tentang anganku melanjutkan harapan yang akan kubangun.
Dibawah
ini sedikit kuungkappkan HISTORY 2008-2015
membuat kita ada hingga saat ini…… piyuuuu… piyuuu.. piyuuuuu… wkwkwkwk
Sebenarnya
aku bingung darimana mengawali cerita ini, karena aku bingung dari mana awal
persahabatan ini, aku ngak ngertiii.. namun sejarah aku mengenal mu palyang
dengan acid dibawa oleh dia yang telah pergi meninggalkan kita (almarhumah).
Berawal dari masak bersama dan main gila ngak karuan, dan kita brangkat bareng
pergi kuliah…. pada akhirnya kita membangun sebuah persahabatan.
Setelah
beliau pergi, persahabatan kita semakin menyatu kayak baju dan celana… tpi ada
juga roknyaaa… wkwkwkw ngaco dikittt.. kita bersepeda bersama saat galau
kekebun karet.. kita lari-lari ngak karuan keladang-ladang kalimanggli sambil
teriak-teriak…..sepedaan ke pancasila,
dan berbagi kisah cerita tentang masa
depan kita dan sampai pada hayalan siapa suami kita harapan kita untuk masa depan kita dan yang tak
lupa program berapa
anak yang kita inginkan ketika kita menikah (berkeluarga), aku tetap hingga
saat ini harapanku 2 pasang merpati anakku kelak.. wkwkwkw… tapi bingung ne
bapaknya hingga saat ini masih abu-abu.. wkwkw yang penting banyak bangett
theee… dibalik kebahagiaan ada juga duka yang kita rasakan bersama… saat tubuh
ini tak berdaya kam selalu datang menghantarkan semangkok bubur… dan sebungkus
teh manis… berdoa bersama digereja katolik.. menagis bersama saat
mengalami pergumulan….
Sekali
lagi, tak ada yang berbeda meski kita terpisah jarak, ruang, maupun waktu. Aku
disini sama seperti diriku yang dulu….. palyang kam kan tahu kalau aku tak lihai berkata-kata.. Jadi jika surat ini ntar kam
baca, jangan sekali-kali tertawa hingga terkencing-kencing di celana. Aku
demikian berusaha agar kam bisa berbangga setelah membacanya……. Wkwkkwkwk .. Seterjal apapun
perjalan yang kau tempuh, sepahit apapun kisah yang kau rasa. Sebahagia apapun
yang kam alami Ku mohon padamu palyanggg.. kami ada untukmu palyanggg, jadi
jangan hadapi hanya dengan seorang diri saja….
Surat dari Astrid Bonik Lusi
Februari 2015
Hai Is opo kabare? Apik tenan? J
Menurut Kamus Besar Nunna Aciid (KBNA), Is
(sbj) adalah sahabat, ia seorang cewek sumba yang cerdas, kreatif, mudah jatuh
cinta, pintar memasak, dan yang pasti Is adalah nama panggilan untuk Ester Damaris Wolla
Wunga. Saat menulis nama panjang tersebut saya
teringat pada Samoati Br.
Berutu yang tidak pernah bisa menyebutkan
nama panjang Is dengan benar hahaha. Ada kalanya ia
menyebut Damaris Ester Wula Wungo, Ester Damaris Wulo Wungu, dan lain-lain.
Sahabat saya yang satu itu memang sangat kreatif bahkan melampaui batasan
kreatif. Saya gak bilang
gila ya... Hahahaha J
Is dan Samo
adalah sahabat yang luar binasa. Bagi saya, sahabat itu anugerah. Ia tidak
hanya didapatkan sebagai hasil dari doa tetapi juga usaha. Kekekeke. Sahabat
tidak pernah jadi kenangan dan tidak pernah menjadi mantan, karena sahabat itu
bagian dari diri. Hidup tanpa pacar sudah biasa tapi hidup tanpa sahabat
ckckck.... seperti menjalani hidup tanpa kebahagiaan. Hehehe. Intinya, menurut
saya, sahabat itu sulit untuk ditemukan.
Is adalah sahabat
yang sulit untuk ditemukan, karena ia tidak hanya mampu menerima kekurangan dan
kelebihan sahabatnya, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang menginspirasi
orang lain sekitarnya. Is.... prok.. prok...prok... I love you dear. Maaf
karena tidak pernah lagi telepon atau sms. You know me so well Is. Ketika fokus
pada satu titik, saya menjadi kurang peka bahkan tidak peka dengan lingkungan
sekitar. Saya masih berada dalam tahapan untuk mengikis kelemahan tersebut Is. J
Is, ciehhh 25 tahun ini yeeee... Happy born
day dear. Happy 25 year old, beautiful lady. Hehehehe. Wah, kita terpisah jarak
dan waktu Is, seandainya saat ini kita bertemu ingin rasanya bertemu langsung,
cipika-cipiki, berpelukan, berdoa bersama, cerita ini dan itu J.
Is, apa
harapanmu di usia yang baru ini, 25 tahun loh... J Aq masih belum
rela memasuki usia tersebut. Wkwkwk. 25 tahun itu usia yang siap untuk married
Is. Gimana Papa dan Mamamu? Sudah ada pembicaraan ke arah itu... hehehehe.
Sudah ada calon Is?. Hmmm. Ayolah Is. Saya belajar bahwa kita hanya dapat
mengetahui seorang pria itu sempurna untuk kita dan tentu kita pun sempurna
untuknya, saat kita menerimanya. Jadi cobalah menjalani hubungan dengan
seseorang yang membuat jantungmu berdegup saat bersamanya atau bahkan tidak
bersamanya. Hahahahaha.
Is masih ingat
gak pertemuan pertama kita. Ayoooo.... Wah saya pun lupa. Wkwkwkwkwk. Yang
pasti... nyanyi sek yooo.. kita pun tahu teologi tempat kita, dengan semangat
ini kita pun bersatu, kita saling mengerti selalu bersama dalam persaudaraan
bangkitkan semangat hidup, kini kita hadapi semuanya bersama langkah depan
untuk persaudaraaaan... yeyeyeyeyeye.... So, teologi UKSW telah mempertemukan
kita Is. Ia telah mempertemukan Alm. Kak Adi, Samo yang melampaui batas
kreatifitas, Is yang menginspirasi, dan Astrid makhluk Tuhan yang indah serta
mempesona. Hahahahahaha.
Wah, banyak hal
yang kita lalui Is. Kita tertawa saat Alm. Kak Adi mengira remote TV adalah Hp,
kita berkeringat saat olahraga bersama baik di Pancasila maupun di Kebun karet,
kita merasa kalah saat target kita tidak tercapai, kita berdoa saat di Kos,
kita bertengkar saat saya yang paling indah ini hendak pulang (wkwkwkwk), kita
menangis saat gagal, saat ada kesalahpahaman di antara kita, kita bernyanyi
saat di mana saja kita berada, kita belanja saat di cakar bongkar, kita
berjalan saat pulang dari kampus ke kos, dari kota ke kampus, dll, kita makan
bersama saat Is masak ayam rica-rica, kita... kita... kita... dan kitaaa... Ini
memang kisah tentang kita. J
Is, saat ini kita
memang terpisah namun ingatlah tentang persahabatan ini ya. J Jika ada apa
pun itu, jangan segan untuk cerita kepadaku Is. Lebih banyak orang yang
mendukung, perasaan kita akan lebih tenang. Sukses selalu Is. J Well, terima
kasih Is karena telah ada dalam kata kita dan telah mengijinkanku masuk dalam
area kita. Hehehehe J Tuhan memang sungguh baik, Ia
mempertemukan kita J
| Is, As, Sem |
Monday, 8 February 2016
Hanya sebuah goncangan
Waktu tlah tibaAku kan meninggalkanTinggalkan kamuTuk sementara
Kau dekap akuKau bilang jangan pergiTapi ku hanya dapat berkata
Aku hanya pergi ’tuk sementaraBukan ’tuk meninggalkanmu selamanyaAku pasti ’kan kembali pada dirimuTapi kau jangan nakalAku pasti kembali
Kau peluk akuKau ciumi pipikuKau bilang janganlah ku pergi
Bujuk rayumuBuat hatiku sedihTapi ku hanya dapat berkata
Aku hanya pergi ’tuk sementaraBukan ’tuk meninggalkanmu selamanyaAku pasti ’kan kembali pada dirimuTapi kau jangan nakalAku pasti kembali
'Pabila nantiKau rindukanku didekapmuTak perlu kau risaukanaku pasti kembali
"Bandara itu tempat perpisahan dan tempat pertemuan" begitu kataku padanya, "mengapa?" tanyanya. "Karena di bandara orang berpisah dan di bandara pula orang bertemu". Hari ini berpisah, esok bertemu. Perpisahan selalu menyakitkan, kan? Selalu. Perpisahan tidak pernah menyenangkan namun perpisahan menjelaskan dengan lebih baik arti merindu. Bukan karena jarak kedua hati yang berjauhan, namun karena kamu tahu kehadirannya yang nyata akan segera terbatas oleh ruang dan jarak. Kamu rindukan kehadirannya di sisimu. Banyak hal yang biasanya kamu lakan berdua, akan kamu lakukan sendiri. Namun, perpisahan sebenarnya mendewasakan, menguji hati, memberi kesempatan pada hati untuk merana karena merindu, memberi sebuah alasan untuk bertemu dan bersatu kembali, Kamu hanya butuh alasan untuk pulang. Seberapa jauh pun kamu pergi, tidak akan jadi soal, selama kamu tahu kapan dan kepada siapa kamu harus pulang. Karena pulang selalu berarti kembali kepada yang membuatmu nyaman. Perpisahan hanyalah alasan untuk merindu. Tenang dan sabarlah, berkelanalah mengejar mimpi, perpisahan hanyalah goncangan, pertemuan menantimu di ujung jalan, sebab bukankah kita berpisah untuk bertemu kembali?
'Pabila nantiKau rindukanku didekapmuTak perlu kau risaukanaku pasti kembali
"Bandara itu tempat perpisahan dan tempat pertemuan" begitu kataku padanya, "mengapa?" tanyanya. "Karena di bandara orang berpisah dan di bandara pula orang bertemu". Hari ini berpisah, esok bertemu. Perpisahan selalu menyakitkan, kan? Selalu. Perpisahan tidak pernah menyenangkan namun perpisahan menjelaskan dengan lebih baik arti merindu. Bukan karena jarak kedua hati yang berjauhan, namun karena kamu tahu kehadirannya yang nyata akan segera terbatas oleh ruang dan jarak. Kamu rindukan kehadirannya di sisimu. Banyak hal yang biasanya kamu lakan berdua, akan kamu lakukan sendiri. Namun, perpisahan sebenarnya mendewasakan, menguji hati, memberi kesempatan pada hati untuk merana karena merindu, memberi sebuah alasan untuk bertemu dan bersatu kembali, Kamu hanya butuh alasan untuk pulang. Seberapa jauh pun kamu pergi, tidak akan jadi soal, selama kamu tahu kapan dan kepada siapa kamu harus pulang. Karena pulang selalu berarti kembali kepada yang membuatmu nyaman. Perpisahan hanyalah alasan untuk merindu. Tenang dan sabarlah, berkelanalah mengejar mimpi, perpisahan hanyalah goncangan, pertemuan menantimu di ujung jalan, sebab bukankah kita berpisah untuk bertemu kembali?
Subscribe to:
Posts (Atom)
we can't explain why the people we love stay in our hearts forever. they just do (r. m. drake)
Sudah cukup lama Disibukkan oleh berbagai kegiatan dan tuntutan Laporan, jurnal. buku-buku bacaan, dan tugas akhir semuanya tak mampu ...
-
Hai yang di sana, apa kabar? Kamu tentu sedang baik-baik saja, sayang, di sini tak begitu Aku sedang merindu Rindu yang tak seharusn...
-
Pernah menahan sesuatu di dalam hatimu? Sebuah perasaan yang dalam, yang membut hatimu tak mampu menampungnya lagi? Sebuah perasaan yang a...
-
Mazmur 30:6b; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. Begitu kata pemazmur untuk menggambarkan perbedaan mal...



