Tulisan ini merupakan renungan berantai yang ditulis oleh beberapa teman secara bergiliran. Tulisan ini adalah tulisan kedua. Tulisan pertama dapat dibaca di blog kak Elva Rafael disini: http://ruangsenandung.blogspot.com/2015/04/rotesemua-cerita-berawal-dari-sini-1.html
“Adam sedang sibuk mengerjakan tanggung-jawabnya di eden ketika Tuhan memperhatikan dia dan berpikir "tidak baik jika adam hanya sendirian, Aku akan menyediakan penolong hidup baginya"
jadi, temukanlah eden-mu dulu, kerjakan tanggung-jawabmu di sana dengan segenap hati sebagaimana Tuhan menjadikanmu. tenang-tenanglah, Dia memperhatikan semua kebutuhanmu, termasuk menyediakan sang penolong hidup bagimu"
~kumurkumur
Aku sangat tertarik membaca quote di atas. Kerjakan dulu edenmu Tuhan tahu kebutuhanmu. Seringkali kalimat-kalimat seperti ini hanya manis didengar, keren dihayati tapi sangat sulit diterapkan. Jika kamu masih di awal 20-an ini hal yang mudah, jika gagal kamu masih punya banyak kesempatan untuk mencoba lagi. Tapi jika kamu sedang di akhir 20-an, saat ketakutan mengenai menikah atau tidak menjadi perhatian utamamu, saat kamu ingin buktiin ke semua orang yang bertanya “kapan nikah?” bahwa kamu bukannya gak laku, prinsip ‘Kerjakan dulu edenmu Tuhan tahu kebutuhanmu’ menjadi sebuah klise. Jika Dia memang ingin aku menikah bukankah sekarang saat yang tepat (bahkan hampir telat) untuk mempertemukanku pada seseorang? Jika memang doa yang selama ini kupanjatkan adalah doa tak terjawab, maka biarlah aku memilih jalanku sendiri, memilih siapa saja untuk dijadikan teman hidup.
Ada banyak rahasia dalam hidup ini. Termasuk mengapa Allah tak menjawab doa-doa kita di malam kelam, kerinduan kita yang ditahan Allah, ‘disembunyikan’ sedemikian rupa oleh Allah. Pada tiap orang, alasan Allah berbeda. Bahkan pola yang ada pada seseorang tidak dapat diterapkan pada orang lain. Maksudnya seperti ini: ada yang berdoa sedemikian rupa kepada Tuhan, giat melayani Tuhan dan dianugerahkan kepadanya pasangan hidup seperti doanya, kehadiran pasangan hidupnya tepat pada waktunya. Ada juga yang berdoa sungguh-sungguh, melayani Tuhan sepenuh hati tetapi belum menemukan seseorang yang sepadan yang dengannya ia dapat berbagi kehidupan. Ada yang berawal dari kesalahan masa muda dan berakhir indah menjadi sebuah keluarga kristen yang di dalamnya kasih Kristus dinyatakan. Ada banyak pola. Dan kita tak pernah tahu mana pola yang akan berlaku pada kita. Namun, apapun pola yang akan berlaku bagi kita, kita mengamini bahwa segala sesuatu yang berlaku atas kita ada di bawah kendali Allah.
Bercerita sedikit tentang kehidupan pribadiku. Aku menemukan melalui pengalamanku bahwa kita dapat memegang teguh begitu banyak prinsip mengenai ‘segala persiapan menemukan seseorang sebagai parter-in-life-mu’ di dalam sebuah pencarian yang kudus ketika anda tidak sedang terikat hubungan dengan siapa-siapa atau anda tidak sedang ‘tertarik/jatuh hati’ pada seseorang. Than you changes the rules if you’re in love with someone. Jatuh cinta dapat membuat segala sesuatu mungkin. Jatuh cinta membuat anda sulit membedakan mana akal sehat dan mana perasaan. Mana yang harus ditoleransi dan mana yang tidak. Mana yang seharusnya diperjuangkan dan mana yang sebenarnya tak pantas sama sekali. Benar kata orang, cinta itu buta. Tapi, kita (gadis milik Allah) harus berbeda. Kita tidak harus terlena. Kitalah yang menentukan dan mengendalikan, kepada siapa kita akan mempercayakan harapan, mimpi dan visi hidup kita. Itu sebabnya ketika sedang tertarik/jatuh hati/terpesona pada seseorang atau sebaliknya ketika seseorang meminta kita untuk menjadi ‘seseorang’ baginya dalam hidupnya, kita perlu waktu untuk menyendiri dan bertanya pada Tuhan. We need time to think and to know him/her more. Tujuannya, untuk menguji hati kita dan menguji hati seseorang itu, terutama menguji hati di hadapan Tuhan. Pertama, waktu untuk mengenal karakternya. Apakah kita dapat hidup dan bertahan dengan karakter-karakter yang ada pada dirinya? Apakah kebiasaan-kebiasaannya tidak akan mengganggu kita? Apakah ada karakternya yang bertentangan dengan prinsip hidup yang kita anut? Apakah bersamanya kita semakin menemukan diri kita? Dalam bahasa Garry Thomas, apakah seseorang yang anda pertimbangkan untuk nikahi adalah seseorang mendorong anda semakin mencintai Tuhan atau seseorang yang justru menarik anda tenggelam dalam jurang kebinasaan dengan sepanjang hidup anda berjuang habis-habisan untuk bertahan dan menerima perlakuan tak manusiawi darinya? Kedua, waktu untuk berpikir. Kita perlu menarik diri dari perjumpaan dengan seseorang itu, mengambil waktu khusus bersama Allah untuk menemukan kehendakNya, untuk menyelidiki hati kita, untuk mengukur seberapa dalam ia berkomitmen untuk bersama kita dan kita bersama dia, menguji karakternya, melihat bukti kata-katanya, bertanya pada orang-orang di sekelilingnya dan membuat penilaian objektif tentangnya. Dengan melakukan kedua hal ini, saya justru menemukan beberapa rules for the single ladies dari beberapa jejaring sosial, dari membaca buku, dari sharing dengan beberapa sahabat, dari bertanya pada Tuhan. Rules itu saya tulis dan tempelkan di dinding ruang tamu agar selalu mengingatkan saya dan banyak orang lain tentang prinsip hidup yang harus diingat dan dipegang erat oleh para lajang:
1. Reasons to celebrate your singleness:
Because you trust God’s perfect timing and you know that every moment of the wait is preparing you for the one you’ve been waiting for
Because ‘good enough’ is NOT good enough for you
Because for you, SETTLING is NOT an option
2. Imagine a man so focusing on God that the only reason he look up to see you is because he heard God say: “that’s her”
3. Ladies, of a guy don’t heartedly committed to the Lord, what makes you think that he will be whole heartedly committed to you? Let him give his whole heart to God first before he can give it to you
4. Just because there’s nothing WRONG with them, doesn’t make them the right one for you
5. Blessed is the girl who found a man that WAITS for her and ASKS her from God, and blessed the man who found a girl that love God more than him
6. Don’t be totally WORRIED about every thing that’s going around you. It’s my job. Signed, Jesus.
Nyatanya, rules ini membantuku amat banyak dalam berpikir dan menentukan pilihan. Yang paling penting adalah bukan bagaimana kita menemukan seseorang melainkan apakah kita mampu berkomitmen untuk memegang erat prinsip ini dan menerapkannya dalam setiap pencarian kudus yang kita lakukan? Tidak gampang memang. Sulit. Berat. Tapi prinsip ini yang membedakan setiap wanita Kristus. Kita tidak perlu menurunkan standar, seseorang itulah yang harus berjuang memenuhi standar yang kita tentukan. Jika ia benar-benar komit melakukan sebuah ‘perjalanan’ bersama kita ia akan dengan senang hati hidup dalam prinsip-prinsip ini. Apakah ia mencintai Tuhan lebih dari apapun? Apakah ia berdoa sungguh-sungguh meminta kita dari Tuhan?
Ladies, tulislah rules di atas di dinding kamarmu untuk mengingatkanmu selalu bahwa kita sedang melakukan pencarian pasangan hidup yang kudus tak peduli berapa usia kita. Dan sebagai bahan referensi, saya menyarankan ladies membaca buku Garry Thomas ‘The sacred search’. Temukanlah begitu banyak prinsip hidup di sana dan bertumbuhlah melaluinya.
Mondo Mia, 14 April 2015
NB: tulisan ini akan dilanjutkan oleh saudari Lastriana Ginting


Menarikkk..... Jadi tertarik buat tulis mengenai ini juga.. Apa ada S&K yang berlaku?? :)
ReplyDeleteTake your time, rini :-)
DeleteDitunggu tulisannya :-)