Saturday, 4 April 2015

Terpesonaa

Pernahkah kamu terpesona oleh seseorang begitu rupa?
Aku pernah. Pernah terpesona pada seseorang bahkan pada pertemuan pertama dengannya. Ah tidak. Aku bahkan hanya bertemu dengannya sekali saja tapi terpesona padanya setiap kali aku melihatnya di jejaring sosial. Ya. Jejaring sosial membantuku begitu banyak untuk mengenalnya. Dan setiap hari aku terpesona pada segala sesuatu yang dibuatnya. Sebuah pertemuan yang begitu mengesankan, bukan? Aku hanya bertemu dengannya sekali tetapi terpesona padanya setiap saat mengingatnya. Aku bahkan bukan saja terpesona aku bahkan jatuh cinta hanya dengan mendengarkan gagasan-gagasan tentangnya. Aku tidak cukup mengenalnya namun setiap kali mendengar namanya disebut ada sesuatu dalam darahku yang mengalir cepat, sesuatu mengganggu di dalam detak jantungku, sungguh dia pria yang hebat dan mempesona. Mengagumi dalam diam, itulah yang kulakukan. Aku terpesona dan jatuh hati padanya, sedangkan ia? Ah ia mungkin hanya menganggap aku salah satu teman barunya. Bgeitulah, setiap hari aku jatuh cinta padanya bahkan sering merasa tersiksa bila tak ada kabar tentangnya di jejaring sosial. Setiap hari aku berjuang untuk melupakannya. Namun semakin aku berjuang, aku gagal. Setiap hari aku menahan diri untuk tidak menjadi stalker, tapi justru aku hampir menghafal semua update-an terbaru di seluruh jejaring sosialnya. Lalu aku sadar bahwa dalam hidup ini banyak hal yang kita inginkan tidak terjadi menurut angan kita. Aku bangun dari keterpesonaanku padanya, melanjutkan hidup hingga menjadi terbiasa kembali dengan semua gagasan tentangnya.
Disini, ketika seseorang justru mengungkapkan keterpesonaan dan perasaan jatuh hatinya padaku, aku mengingat pengalamanku. Bagaimana aku jatuh hati pada seseorang di masa lampau pada pertemuan pertama dan terakhirku, lalu seseorang di masa kini pun jatuh hati dan terpesona padaku di dalam cara yang sama. Apa aku juga terpesona pada si masa kini? Ah terlalu terburu-buru, aku bahkan tak mengenalnya. Mungkin perasaanku pada si masa kini adalah gambaran perasaan si masa lalu padaku. Seseorang terpesona pada kita karena hal-hal yang tak dapat dijelaskannya, haruskah kita pun terpesona pada mereka? Tak harus. Kita hanya dapat terpesona jika memang ada sesuatu dalam diri mereka yang mempesona kita. Jadi, untuk si masa kini, buatlah saya terpesona dan melihat padamu :-)

3 comments:

we can't explain why the people we love stay in our hearts forever. they just do (r. m. drake)

Sudah cukup lama Disibukkan oleh berbagai kegiatan dan tuntutan Laporan, jurnal. buku-buku bacaan, dan tugas akhir semuanya tak mampu ...