Dalam sepekan ini terlibat langsung dalam 4 keluarga duka. Tiga di antaranya saya pimpin ibadah pemakamannya, dua di antara yang meninggal adalah orang-orang yang pernah saya doa khususkan di rumahnya masing-masing maupun saya syafaatkan di gereja. Saya melihat besarnya pengharapan di mata dua almarhum yang merindukan jamahan Tuhan untuk sembuh, namun akhirnya mereka berpulang juga.
Saya tidak mengerti. Salah satu keluarga justru terlalu banyak bertekun dalam doa, saya melihat bagaimana mereka berdoa dengan air mata dan berlutut memohon belas kasihan Tuhan. Namun Tuhan berkata lain. Mereka kehilangan. Tetapi satu-satunya yang tak hilang adalah kekuatan doa dan luapan cinta kasih yang besar di antara keluarga. Bagi saya, ini mutiara. Mutiara yang sudah lama ada dalam keluarga yang memilih bersinar pada saat kehilangan dan duka mendalam. Saya bersyukur pada Tuhan menjadi bagian dalam keluarga ini.
Seringnya saya ke rumah duka, sesuatu mengganggu saya. Bagaimana rasanya menghadapi kematian? Saya tahu pertanyaan ini tak terjawab. Tapi bagaimana rasanya? Keempat almarhumah yang saya kunjungi adalah orang-orang yang meninggal karena sakit. Mereka beruntung memiliki kesempatan 'mempersiapkan' kematian. Kita? Ah kita tak tahu waktu kita. Kita mungkin tak punya kesempatan untuk 'mempersiapkan' kematian kita. Kita tak pernah tahu.
Pertanyaan ini memaksa kita memikirkan tentang hidup. Bagaimana kita hidup dan melayani Tuhan. 'Mempersiapkan kematian' kita sendiri. Seperti apa kita hidup? Sudah cukup yakinkah kita ke arah mana kita akan pergi setelah kematian? Andai kita tahu bagaimana rasanya menghadapi kematian. Sayangnya, kita tak tahu. Yang kita tahu adalah bagaimana kita akan hidup. Kita memutuskan seperti apa kita akan hidup. Bagaimana denganmu?
Selamat datang di blog ini. Saya menulis sebagai bentuk terapi untuk diri sendiri, untuk menyalurkan rindu yang membuncah. Beberapa orang sebenarnya menjadi subjek dan objek inspirasi dalam tulisan-tulisan ini. Bisa jadi, kamu salah satu di antaranya ^_^
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
we can't explain why the people we love stay in our hearts forever. they just do (r. m. drake)
Sudah cukup lama Disibukkan oleh berbagai kegiatan dan tuntutan Laporan, jurnal. buku-buku bacaan, dan tugas akhir semuanya tak mampu ...
-
Hai yang di sana, apa kabar? Kamu tentu sedang baik-baik saja, sayang, di sini tak begitu Aku sedang merindu Rindu yang tak seharusn...
-
Pernah menahan sesuatu di dalam hatimu? Sebuah perasaan yang dalam, yang membut hatimu tak mampu menampungnya lagi? Sebuah perasaan yang a...
-
Mazmur 30:6b; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. Begitu kata pemazmur untuk menggambarkan perbedaan mal...
No comments:
Post a Comment