Sunday, 7 June 2015

Merayakan Kedewasaan

Merayakan kedewasaan...
Itu seperti sebuah pesta kebebasan
Kebebasan dari penjara kekosongan kalbu
Itu seperti sejuknya embun pagi hari
Dalam dekapan hangat si mentari
Itu seperti wangi khas tanah setelah diguyur hujan
Basah namun menenangkan, pertanda kehidupan

Kamu tahu bagaimana rasanya tersiksa dalam batin kanak-kanak?
Saat kamu tak ingin merintih dan menjerit namun sakit yang kamu rasa mengalahkan perintah dalam otakmu untuk tegar
Kamu mengerang melambai berharap seseorang mengulurkan tangan dan menggapaimu tapi kamu sadar seseorang yang kamu harapkan untuk itu adalah dirimu sendiri

Dari kanak-kanak yang belajar merangkak dalam diam menahan perih
Hingga perlahan-lahan menjumpai kedewasaan
Kedewasaan saat kamu belajar menjadi terbiasa merintih dan menjerit tanpa seseorang di sana untuk menggapaimu
Kedewasaan saat kamu menertawakan masa lalumu
Saat kamu duduk tersenyum dan melipat tangan di dada sambil menatap senyuman baru seseorang di sisimu
Merayakan kedewasaan dan menertawakan air mata kanak-kanak
Menertawakan betapa hidup begitu adil, seseorang dipersiapkan di ujung jalan untuk melangkah bersama pada persimpangan berikutnya
Merayakan kedewasaan...
Kamu tahu rasanya?
Lebih dari indah dan menyenangkan

1 comment:

  1. dewasa secara iman memang butuh proses ya ris :)
    selamat merayakan!!

    ReplyDelete

we can't explain why the people we love stay in our hearts forever. they just do (r. m. drake)

Sudah cukup lama Disibukkan oleh berbagai kegiatan dan tuntutan Laporan, jurnal. buku-buku bacaan, dan tugas akhir semuanya tak mampu ...