Nona Sumba...
Hahaha kamu tak dapat memanggilnya nona sumba tanpa berpikir tentang belis
Ya belis... Masa kawin istilah kerennya
Dan itu bicara tentang kerbau, sapi dan kuda
Mungkin akan ada yang bertanya: kuda? Sapi? Kerbau?
Yup
Di sini jika kamu jatuh cinta dan ingin menikahi nona sumba kamu harus melewati 3 jenis pernikahan: nikah adat, nikah gereja dan nikah pemerintah
Dan yang paling berat adalah nikah adat, mas bro
Kamu harus melewati proses lamaran yang melibatkan berekor-ekor hewan yang harganya jangan ditanya
Jadi tak heran kalo dulu teman-teman di Jawa sering bercanda: "ris, harga kuda sudah turun belum?"
Nona Sumba memang mahal
Lalu apakah kami merasa bahwa harga diri kami ditukar dengan hewan-hewan itu? Oh tidak
Itu justru menggambarkan betapa mahal dan berharganya nona sumba
Di sisi lain, budaya ini justru mengikat sebuah pernikahan tanpa cerai dan melanggengkannya
Dan sebenarnya, saat nikah adat yang ditandai dengan kepindahan si nona sumba ke rumah calon suaminya pun nona sumba membawa segala perlengkapan memasuki rumah mulai dari ruang tamu hingga dapur, itu berarti dari kursi hingga piring sendok
Jadi imbas
Nona sumba, nona sumba
Saya bangga jadi nona sumba
:-)
Selamat datang di blog ini. Saya menulis sebagai bentuk terapi untuk diri sendiri, untuk menyalurkan rindu yang membuncah. Beberapa orang sebenarnya menjadi subjek dan objek inspirasi dalam tulisan-tulisan ini. Bisa jadi, kamu salah satu di antaranya ^_^
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
we can't explain why the people we love stay in our hearts forever. they just do (r. m. drake)
Sudah cukup lama Disibukkan oleh berbagai kegiatan dan tuntutan Laporan, jurnal. buku-buku bacaan, dan tugas akhir semuanya tak mampu ...
-
Hai yang di sana, apa kabar? Kamu tentu sedang baik-baik saja, sayang, di sini tak begitu Aku sedang merindu Rindu yang tak seharusn...
-
Pernah menahan sesuatu di dalam hatimu? Sebuah perasaan yang dalam, yang membut hatimu tak mampu menampungnya lagi? Sebuah perasaan yang a...
-
Mazmur 30:6b; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. Begitu kata pemazmur untuk menggambarkan perbedaan mal...
belis oh belis.....:)
ReplyDeleteidealnya menjadi bentuk penghargaan bukan sebagai bentuk simbol kesewenang-wenangan terhadap hidup perempuan..