Monday, 15 June 2015

Entahlah...

Entah sudah berapa kali aku melemparkan pandangan ke arah pintu
Entah sudah berapa kali juga ku memaksakan otakku untuk berkonsentrasi pada bacaan di depanku
Tapi hampir setiap detik perhatianku terpaku pada keramaian jalan di depan sana tanpa menemukan sosok yang dicari pandangan mataku sejak tadi
"Engkau sengaja membuatnya mencarimu!"
"Jangan sengaja pergi untuk dicari"
"Dasar perempuan, semarah apapun masih juga mengharapkan ditemui"
Entahlah...
Aku hanya tak mengerti mengapa hatiku pedih sekaligus merindukannya
Menangis memang melegakan dan memberi udara sejuk di dalam dada, tapi menangis tak pernah menyelesaikan masalah
Menangis memang mewakili perasaan yang tak dapat dirangkai dalam kata-kata tapi yang tak dapat dipahami dengan baik oleh kaum Adam
Aku marah padanya
Aku perlu waktu sendiri
Tapi aku juga mengharapkannya ada di sini
Aku merindukannya

Detik-detik berikutnya kutemukan pandangan mataku masih terpaku pada jalanan ramai
Tak ada sosok yang kunantikan itu
Tidak ada dia di sana
Mungkinkah ia memang tak pernah datang?
Mungkin aku yang terlalu berharap dicari
Atau mungkinkah ia malah sedang menunggu dicari?
Entahlah...

3 comments:

  1. Siapakah dia yang di nanti oleh matamu ka Ris ?

    ReplyDelete
  2. Siapakah dia yang di nanti oleh matamu ka Ris ?

    ReplyDelete
  3. hmm...everything gonna be okay is :)

    ReplyDelete

we can't explain why the people we love stay in our hearts forever. they just do (r. m. drake)

Sudah cukup lama Disibukkan oleh berbagai kegiatan dan tuntutan Laporan, jurnal. buku-buku bacaan, dan tugas akhir semuanya tak mampu ...